Posted in Tentang Perempuan, Tentang Teman

~tentang Buibu Te(r)or Garden, YUKENDUIT!

We don’t necessarily have to talk every day…for weeks. (Oh wait, like we talk everymins then *wink) and yes! when we do, it’s like we never stopped talking.

Breastfriends Teor!

Sebelum bercerita lebih jauh, mungkin ku buka tulisan ini dengan menyampaikan simpulan. Jika pada akhirnya lingkaran pertemanan cenderung mengecil seiring pertambahan usia ~ well…seiring rutinitas rollercoaster motherhood journey, maka bisa ku pastikan bahwa mereka adalah teman bertransisi dan bertumbuh dalam segala ketidakpastian. Seperti ingatan untuk selalu bersyukur ketika suatu waktu kami berlatih menerima diri kami di masa kini. Mereka adalah alasan bahwa bahagia itu sederhana, ketika logika berjalan saat logistik terpenuhi.

Continue reading “~tentang Buibu Te(r)or Garden, YUKENDUIT!”
Posted in Tentang Teman

~Tentang Ciput!

Kalau kita berpikir positif, suasana dan segala macam rupa akan menularkan hal yang positif pula.

IMG_4096.JPG
Kemarin sore, saat saya menghabiskan waktu sendu menonton matahari terbenam di pantai tiba-tiba saya merenungi nasib mereka yang memiliki kekuatan tambahan. Bagaimana rasanya jika kita bisa melihat masa lalu dan masa depan seseorang ketika kita sekadar berjabat tangan atau bertukar pandang? (oke saya masih ber euphoria dengan Goblin)

Continue reading “~Tentang Ciput!”

Posted in Tentang Teman

~Tentang Kak Wiki

“Jika dulu aku tetap nekat memilih sekolah kedinasan, mungkin kita menjadi sahabat karib sejak saat itu. Tapi Dia punya rencana lain, kita dipertemukan dalam sebuah kesempatan yang menguji kekuatan pribadi masing-masing. Di rantauan”.

  • Agustus 2014

10515179_10152741891763254_6559923012272975813_o

Sore itu, beratapkan pohon-pohon besar yang tua dan kokoh kami menggelar tikar seadanya. Kali pertama perjumpaanku dengan teman-teman PERMIAS NJ. Sebagai pelajar yang (tumben) menempuh pendidikan di luar negeri, bertemu rekan pelajar lainnya adalah sebuah kemewahan. Pertama, diberi kesempatan untuk berjumpa di sela kesibukan mereka belajar adalah sebuah waktu yang tepat untuk bertanya seputar pengalaman hidup di Amerika. Kedua, aku akan bertemu dengan orang-orang dengan pengalaman seabrek yang tentunya bisa ku jiplak-amal-modifikasikan untuk dua tahun hidupku di sini. Pokoknya sore itu aku bersemangat sekali menuju sebuah taman di perbatasan wilayah “Watsessing Park”.

Continue reading “~Tentang Kak Wiki”

Posted in Tentang Teman

~ Tentang Bli Way

Sore random di Cloverhill, bersalju dan bermatahari.

“Pacaran seharusnya saling membebaskan, karena hubungan akan terbentur pada dua kemungkinan. Pertama, karena ada kemungkinan akan putus. Kedua, karena akan langgeng terus dan berlanjut ke jenjang lebih serius”.

Awalnya aku tidak yakin untuk bercerita tentang lelaki ini di blog baruku. Ada beberapa alasan. Pertama karena aku tidak sanggup mengungkit segala hal tentang dia. kedua karena aku tidak mau jika ada orang yang menyadari keunikannya

*lah piye toh nduk?*

Tapi ya gitu deh, ini adalah salah satu tantangan dalam #terapitawa yang sedang aku jalani. Aku harap siapapun gadis beruntung yang kelak merasakan apa yang aku rasakan selama lima tahun ini juga bisa bercerita dengan ceria mengenai sosoknya yang penuh tawa.

“Bli jangan lupa bayar royalti ya. Kata-kata bijak ini aku pikirkan sampai tunggang tungging di perempatan”

Continue reading “~ Tentang Bli Way”

Posted in Tentang Teman

~Tentang Angan Senja

Minggu Siang di Glen Ridge,

Apa kalian percaya jatuh cinta pada pandangan pertama? atau pernah mengalami berawal dari teman kemudian jadi nyaman?

Kebersamaan dalam cerita-cerita tanpa tema tapi penuh makna, tentu saja menjadi awal mula tumbuhnya rasa sayang.

Ya, banyak bukti menamparku bahwa kita tak hanya jatuh cinta sekali. Dulu aku keras kepala, jatuh cinta berkali-kali pada seorang yang sama. Kini aku mulai menyadari bahwa kita bisa saja jatuh cinta pada orang yang berbeda di saat yang bersamaan.

Namanya #AnganSenja “I don’t have middle name”, katanya padaku pada suatu sore. Tak banyak bertegur sapa, pertama kali jumpa aku sudah merasa kalau aku jatuh cinta padanya. Walau awalnya kami masih malu-malu, kini kami berbagi guling dan terbangun di pagi hari dari tempat tidur yang sama.

IMG_3581

Aku selalu suka berada dekat anak kecil. Mereka selalu kaya akan imajinasi dan penuh dengan ekspresi. Ya demikianlah si Angan Senja. Aku bahkan tidak pernah tahu bagaimana dia bisa menata dirinya, hingga orang selalu merasa senang bersamanya. Layaknya magnet dengan medan positif, semakin dekat dengannya membuat aku semakin bahagia. Demikian pula saat aku sedih, dia seperti menarikku untuk selalu tertular bahagianya.

Aku menantinya seperti sore hari yang selalu memberikan harapan dan keindahan. Seperti menunggu datangnya waktu sendu, untuk mengadu dan diteduhkannya.

Dia, Angan Senja.

Pada suatu tengah malam, aku pernah menangis terisak mengetuk pintu rumahnya. Suhu minus di luar menambah sakit mataku untuk berusaha tegar melangkah. Ku intip, dia sudah tertidur pulas melingkar. Aku menangis sejadi-jadinya, mengeluarkan seluruh sumpah serapah dan mengutuk segala hal yang terasa tak adil bagiku. Dia bergeming, seolah menyediakan waktu untukku melepaskan sesak yang sudah tak kuat lagi ku tahan. Dia membiarkanku berteriak dan menuding ini salah, itu salah. Dia memberikan waktu hingga aku lelah dan memilih untuk pasrah.

Continue reading “~Tentang Angan Senja”