Posted in doIndonesia

~tentang Booster Pakai Daster

Jalan muter naik skuter,
Aku booster pakai baju daster.😎

Wkwkw foto ini #MakMakLyfe bingits!

Aku bernapas lega dalam hati. Pengalaman vaksin kali ini tak semenyebalkan vaksin kedua 06 Agustus 2021 yang lalu. Saking kesalnya aku sampai lupa bercerita di sini hahaha. Intinya, waktu itu aku mesti berdrama ria menenangkan diri dulu karena tensi cukup tinggi. Perdebatan panjang yang berujung mesti keliling cari tukang foto kopi KTP karena walau sudah lengkap secara administrasi, mendapatkan pemberitahuan terkait pelaksaan dan tiket vaksin tapi tetap kudu dan harus nyetor foto kopi KTP (yang sebelumnya sudah masuk bank datanya). Pengen ngajak ngobrol tentang digitalisasi yang digembar-gemborkan plus kemungkinan peningkatan risiko terpapar virus dari hanya selembar kertas bukanlah sebuah konten diskusi apabila jawabannya,” ga nyetor ga bisa vaksin Bu”. fain~

Kesan menyebalkan itu akhirnya ku jadikan pelajaran bahwa selagi masih berurusan dengan administrasi di tanah air, mari kita coba pakai cara lama dulu. Siapkan saja semuanya dalam wujud digital dan fisik hingga tiada lagi ada kesempatan mencari celah, “kalau bisa ribet ngapain disederhanakan”. Singkat cerita, vaksin booster kali ini ku persenjatai diri dengan berlembar dokomen, hingga saat pemeriksaan petugasnya terpesona, “Ini apaan aja Buk? tebal banget.” Dari intonasi dan sorot matanya aku dapat menangkap sebuah sinyal bahwa ia bisa menerima segala kekhawatiranku. “Ibu tunggu sebentar ya di kursi kosong itu, nanti boleh intip tirainya kalau bilik sudah kosong silakan masuk saja”. Tanpa perlu banyak aturan ribet ku lihat para pengantre diarah ke pos masing-masing dan mengikuti prosesnya dengan nyaman. Aturan dan petunjuk yang jelas, tempat yang memadai, petugas yang mengayomi jadi poin penting pengalaman baikku hari ini. Menurutku aplikasi traveloka ini sangat membantu, selain setiap stepnya mudah dipahami aku juga tak perlu menunggu lama untuk langsung memilih tanggal yang sesuai. H-1 Nyepi menjadi pilihanku, harapannya kalau ada KIPI bisa dinikmati sambil menepi.

Langkah pertama yang aku lakukan adalah mengecek syarat pendaftaran melalui link traveloka, memilih tanggal vaksinasi dan isi detail pemesanan sesuai instruksi. Selanjutnya, Cek email berisi Voucher yang harus ditunjukan di pusat vaksinasi. Seperti kataku tadi, ga mau trauma lagi maka aku pun menyiapkan print dokumen kesehatan yang disarankan.

  • Ini nih yang susah diunduh lalu ku tanya Mba Ega (Mama Sachi) si pemberi info (hahaha thanks buibu Tangsel) ternyata formnya juga disediakan di sana. petunjuk arah yang telah ditempelkan di sentra vaksinasi.

Sesuai tanggal dan waktu pilihan, datang ke lokasi pusat vaksinasi lalu tunjukkan Voucher Traveloka kepada petugas di tempat. Aku memilih jadwal pukul 9–10 AM, sampai di lokasi sekitar pukul 9.20an dan nomor antre ratusan. Berbekal buku bacaan bulan ini aku berusaha mengurangi kebosanan. Eh ternyata ga sampai 15 menit nomorku sudah dipanggil.

Proses pengecekan administrasi ini dilakukan di pos 1 basement parkirnya. Nyaman dan ga sumuk, bahkan viewnya toll dan kebun pisang dong. ^_^

Nah, dari pos 1 lanjut ke pos pengecekan kesehatan. Awalnya aku duduk di barisan kelompok 5 karena ku pikir sesuai urutan kedatangan. Kemudian ku tanya pada petugas ternyata boleh duduk di barisan manapun menyesuaikan yang kosong. Lalu pindahlah aku ke barisan kelompok 1 yang paling sepi, well karena paling pojok butuh usaha jalan sedikit laaah.

Nakesnya ramah dan informatif. Standard ditanya semua pertanyaan di formulir serta apa yang boleh atau ditunda dulu setelah vaksinasi. Dari semua rangkaian pemeriksaan diinfokan hasil cek tensi ku aman. Jadi boleh lanjut ke pos 3 yaitu bilik vaksinasi.

Suntiknya sebentar diawali dengan pengecekan sertifikat vaksin dan informasi vaksin yang akan digunakan. Setelahnya aku menuju ke pos observasi yang luas sekali. Ballroom hotel yang disulap sedemikian rupa memberi kesan lega dan nyaman menunggu respon tubuh.

Oiyaaa…mohon maaf di bilik Vaksinasi ga pakai foto-foto. Selain mau khusyuk berdoa aku juga belum punya skill mumpuni untuk satu tangan dienjus~satunya lagi berswafoto. Menjura hormat bagi mereka yang bisa melakukannya sendiri, apalagi disertai dengan dialog penuh ekspresi,” Haee gaees bentar lagi aku disuntik nih. Like dan komen ya.” Aduuuh…ngatur air muka saja sudah belepotan, apalagi bikin konten hehehe.

Setelah merasa nyaman, di pintu keluar ada petugas yang menanti. Menyebutkan nama kita lalu menyerahkan surat keterangan sudah vaksinasi booster plus buah tangan berupa kue, vit.C dan air dalam goody bag. Pulang deeeh…


Bagi warga Tangsel dan sekitarnya yang belum booster, aku rekomendasikan untuk segera daftar. Periode vaksinasinya 28 Feb – 4 Mar 2022 (Pfizer). Ingat jam operasionalnya adalah: 08.00 – 15.00 WIB (Waktu istirahat 12.00 – 13.00 WIB). Terima kasih @traveloka @usaidindonesia @swissbelhotel_serpong seluruh tim kesehatan+segenap penyelenggara yg telah memberikan pengalaman baik dan optimisme kita lepas dari pandemi dgn sehat dan selamat. Kamu keren kalau sudah booster! *apalagi pede pakai daster. LOL

Bagi juga dong ceritamu ? ada yang seru atau njengkelin juga? Semoga kita semua bisa melalui pandemi ini dengan selamat yaaa. Sehat-sehat semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.