Posted in doinUSA, Tentang Racau

~Tentang Januari 2017

IMG_3901.JPG
Sukawarna, Januari 2017

Karena saya sudah gagal untuk merangkum tahunan cerita-cerita penuh cinta di tahun sebelumnya, maka tahun ini saya coba strategi baru untuk menuliskan kenangan setiap akhir bulannya. Jadi selain menunggu gaji masuk rekening boleh lah saya bernostalgia, mereview kembali Bulan Januari 2017.

IMG_3038 2.JPG

Bulan ini bisa saya bilang menjadi berkah tak terduga bagi fakir sinyal dan kaum LDR macam saya ini. Terhitung sejak awal bulan, hampir tiap minggunya saya berangkat ke ibu kota untuk mengikuti rapat, workshop atau bertirta yatra, Seperti yang kebanyakan orang bilang, segala sesuatu yang dimulai dengan niat baik pasti akan diberikan kebaikan pula. Berniat baik membangun silaturahmi dengan pacar, akhirnya kami bisa bersama SATU TAHUN lamanya sambil menyaksikan band idola kami manggung (yaiyalah, setahun, karena nontonnya pas malam pergantian tahun) #Salto

Mungkin sudah umur ya, tak seperti tahun sebelumnya, saya malah lebih nyaman melewati pergantian tahun dalam suasana yang honing sembari membicarakan banyak mimpi di masa depan. (Thanks untuk Putri dan Sas yang sudah mewarnai tahun baru kami di Pura Puncak Gunung Salak) Setelah beberapa kali gagal (sejak 2007) akhirnya tahun 2017 bisa nangkil juga bersama orang-orang tersayang.
Tuhan memang membuat kesempatan ini jadi lebih menyenangkan.
Januari tahun ini terasa berbeda, lebih hangat dan tentunya lebih istimewa. Baru saya sadari ketika menjalankan ritual #waktusendu sore tadi; ternyata saya tak lagi melow mengingat segala peristiwa berkesan di bulan Januari di tahun sebelumnya. Tentang kecelakaan, pacaran-putus, solo trip, hectic nya ujian, sesak karena kangen (hahaha) dan tentunya semangat menjalani Januari sebagai bulan (uji coba) resolusi. Obrolan ringan di belakang rumah menyadarkan diri saya kalau semua yang terjadi di masa lalu memberi andil dalam pembentukan pribadi kita saat ini. Kurang lebih, demikian pesan Bli ketika saya berasa bersandar di bahunya sembari menyaksikan gemerlapnya kembang api. *ah berasa lagi syuting FTV*
Dan seperti biasa, kalau sudah berakhir masa #CutiLDR keluarlah jurus manying nyebak goar-goar.
IMG_3445.JPG
Bersama PRESTASI USAID dan seluruh penerima beasiswa
Januari kali ini bisa dibilang bulan mengisi diri. Selama 6 hari ikut workshop Pengembangan Organisasi dan Manajemen dari PRESTASI USAID. (untuk hal ini, saya selalu bersyukur dapat pengalaman luar biasa dari program beasiswa ini. Awardee tidak tanya diberikan pembekalan sebelum keberangkatan, tapi setelah pulang ke tanah air kami tetap diberikan dukungan untuk mengembangkan potensi diri). Horay ke Jakarta lagiā€¦ ~heiho tapi si Bli malah lagi tugas di Kalimantan.
Akhir pekan berikutnya saya berkesempatan mengikuti rakernas ALPHA-I (Asosiasi alumni program beasiswa Amerika Indonesia) karena saya mendapat mandat menjadi Koordinator wilayah Bali Nusra. Dalam wadah inilah saya (kami) berharap banyak, bisa berkontribusi nyata, mengimplementasikan ilmu untuk kemajuan Indonesia.
Akhir bulan Januari menjadi sangat manis karena ternyata di Bali sedang liburan panjang (no doubt-Bali=Banyak Libur). #nyengir
IMG_3686.JPG
Kayuh Kelana
Liburan pagerwesi menyambung siwa ratri mengijinkan saya untuk #CutiLDR lebih panjang. Bonus libur imlek, saya dan Bli akhirnya memilih Bandung sebagai weekend getaway kali ini-dan kali sebelumnya. Entahlah kenapa si Bli semangat banget kalau sudah mendengar saya ingin naik kereta yang lama.
Dan Bandung tidak pernah mengecewakan kami untuk berbagi cerita.
Tentang dusun bambu dan dinginnya Lembang, tentang Sukawarna pada pucuk-pucuk teh yang lunglai dihantam hujan deras. Pada macet dan terjalnya jalan setapak, pada lebamnya lutut ini kami berucap: terima kasih sudah mendewasakan kami (saya) dengan membuat perjalanan ini menjadi sangat istimewa.
Argo Parahyangan, 28 Januari 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *